Dandim 0804 Magetan Tinjau Posko Markas Bersatu
Dandim 0804 Magetan Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko bersama Anam ketua Mearindo Group
Pray For Pacitan - Komandan Kodim 0804/Magetan Letkol Arm. Hari Bayu Widiyatmoko didampingi Pasiter Kodim 0804 Magetan Kapten Inf Misran beserta anggota Kodim 0804 Magetan melakukan peninjauan di "Posko Peduli Bencana Alam Kodim 0804/Magetan Bersama Media Mearindo"

Giat peninjauan di "Posko Peduli Bencana Alam Kodim 0804/Magetan Bersama Media Mearindo" yang berada di Desa Tulung, Kec. Kawedanan Kab.Magetan tersebut dalam rangka persiapan penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor Pacitan yang akan disalurkan pada Rabu, 06 Desember 2017, pukul 09.00 WIB.

Kunjungan Dandim 0804/Magetan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bantuan korban bencana tersebut layak dan tepat sasaran untuk diterimakan pada korban bencana di wilayah Pacitan.

Kunjungan Dandim 0804/Magetan Letkol Arm. Hari Bayu Widiyatmoko beserta rombongan disambut Sifaum Anam selaku Pimpinan Umum Media Mearindo, Setyo Budi Hariyanto selaku Pimpinan Mearindo News dan jajaran crew media Mearindo yang malakukan pengepakan logistik kebencanaan di Posko Peduli Bencana Alam.

Selain itu, Letkol Arm. Hari Bayu Widiyatmoko beserta rombongan yang datang dilokasi Posko Peduli Bencana turut memberikan semangat kepada relawan dan crew media mearindo yang sejak tanggal 1 Desember 2017 melakukan packing dan penataan logistik bantuan yang berasal dari warga masyarakat Magetan.

Letkol Arm. Hari Bayu Widiyatmoko mengatakan bahwa bencana alam di Kabupaten Pacitan yang dekat dengan Kabupaten Magetan sangat dirasakan oleh warga Magetan, sehingga pihaknya akan selalu mendukung kegiatan sosial positif masyarakat terutama menyikapi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pacitan.

Selain menerjunkan anggota dan bantuan lainya, sebelumnya Kodim 0804/Magetan bersama relawan dan Crew Media Mearindo juga telah mengirimkan sejumlah bantuan logistik bantuan di lokasi bencana alam Pacitan pada Minggu, 03 Desember 2017 lalu.

"Saya salut kepada rekan rekan relawan yang tergerak untuk membuka Posko Peduli Bencana Alam dari Kodim 0804/Magetan bersama Media Mearindo dan semua relawan lainya. Kami himbau untuk selalu berkordinasi dengan pos pos yang ada di lokasi bencana, sehingga relawan dapat menyerap kebutuhan logistik apa yang kurang dan agar tepat sasaran", kata Letkol Arm. Hari Bayu Widiyatmoko

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Pacitan Jawa Timur pada 28 Nopember 2017 lalu selain mengakibatkan lebih dari 4 ribu warga mengungsi juga mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia dan ratusan rumah rusak berat maupun ringan. (Selasa, 05 Desember 2017)
Sugianto warga Tulung, Kawedanan
Selain 25 korban jiwa meninggal dan masih ada yang tertimbun material longsor, bencana alam di Pacitan tersebut juga merusak sebanyak 615 rumah warga di 8 kecamatan di Kabupaten Pacitan.

Hingga kini pencarian jasad korban tertimbun tanah longsor masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari Basarnas TNI - POLRI - BPBD dan berbagai relawan yang datang baik dari Jawa Timur maupun propinsi lain. Data yang dihimpun mearindo.com dari halaman resmi info bencana Kab. Pacitan dan warga korban bencana. (Selasa, 5/12/2017)

Data rumah rusak akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang berdampak di 8 Kecamatan wilayan Pacitan:
196 Rumah di Kec.Nawangan.
178 Rumah di Kebonagung.
101 Rumah di Kec. Ngadirojo.
45 Rumah di Kec. Tulakan.
42 Rumah di Kec. Punung.
24 Rumah di Kec. Tegalombo
21 Rumah di Kec. Donorojo.
4 Rumah di Kec. Pringkuku.

Data sarana prasana rusak akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang berdampak di 8 Kecamatan wilayan Pacitan:
- Tanggul rusak 4
- Desa 33 terdampak
- Kecamatan terdampak 8
- Sekolahan 73 terdampak
- Jembatan 1 terdampak
- Faskes dampak banjir 3
- pengungsi 4.192 orang

Selain rumah warga rusak, diperkirakan lebih dari 23.130 meter panjang jalan di Pacitan mengalami kerusakan dari tingkat sedang hingga cukup parah, 820 meter tanggul rusak dan 86 meter jembatan rusak.

Sementara, jumlah korban hingga Senin (4/12/2017) pagi adalah 25 orang meninggal dunia. (Gesang)

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: