Masyarakat Kaget Dengan Suara Dentuman di Desa Pojok
MEARINDO - Waginem (95 tahun) warga Desa Pojok RT 08 RW 02, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur nasibnya sangat menyedihkan, lantaran diusianya yang sudah renta itu harus menanggung beban akibat rumahnya roboh dan apesnya lagi ia terpaksa menahan sakit akibat kepalanya tertimpa material bangunanya yang roboh. (14/01/2018)
Mbah Waginem dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas kawedanan 
Robohnya bangunan rumah lapuk milik nenek renta ituterjadi pada Minggu, 14 januari 2018 sekitar pukul 09,30 Wib dalam kondisi cuaca cerah tidak ada hujan maupun angin.

Saat kejadian Waginem berada didalam rumah, sedangkan tetangga dekatnya yang masih sanak kerabat sedang berada disawah.

Tono (45 tahun) yang merupakan keponakan korban mengatakan bahwa saat kejadian dirinya sedang tidak berada dirumah, ia mendengar kabar rumah roboh dan bergegas mendatangi lokasi kejadian. Sesampainya ditempat ia melihat rumah Waginem sudah rata dengan tanah.

"Saat kejadian kami sekeluarga berada disawah, Kami pulang sudah mendapati rumah mbah Waginem rata dengan tanah, setelah itu kami lapor ke pihak RT", ujar Tono

Sementara itu, anggota BPBD Kabupaten Magetan yang mendapat laporan dari warga atas kejadian itu datang kelokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WIB dan melakukan inventarisir.

Petugas  mendatangi rumah mbah Waginem
Atas kejadian itu, Mbah Waginem dilarikan ke UGD akibat kepala dan kakinya terluka akibat terkena reruntuhan material rumah. Sedangkan kerugian material ditaksir mencapai lebih dari 25 juta.

Mbah Waginem merupakan salah satu warga miskin Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Dan rumah roboh yang ditempatinya seorang diri tersebut merupakan hasil renovasi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Desa setempat sekira 15 tahun yang lalu.

Sampai waktu evakuasi material reruntuhan bangunan oleh BPBD, TNI AD kormail Kawedanan dan dibantu warga setempat, Kepala Desa Pojok tidak melihat kondisi rumah warganya miskin yang rata dengan tanah, sedangkan pihak perangkat desa mengaku ketika dihubungi melalui telephone seluler mengaku belun tahu atas kejadian itu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra kembali menghimbau kepada warga khususnya Magetan untuk meningkatkan kewaspadaanya, mengingat kondisi cuaca musim hujan disertai angin masih bisa saja terjadi dan dapat mengakibatkan bencana.

 "Kami menghimbau kembali dan mengingatkan kepada masyarakat Magetan agar lebih hati hati dan waspada mengingat masih berpeluang terjadinya hujan berintensitas rendah hingga lebat di wilayah Kabupaten Magetan sesuai surat edaran BMKG Area Juanda 1.(hari)

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: