Reka Ulang Pembunuhan Sukarmi
Mearindonews Magetan - Selasa (23/01) sekira pukul 10.45 - 11.25 WIB telah dilaksanakan giat rekontruksi atau reka ulang tindak pidana pembunuhan Karmi (40) warga Dusun Gandek RT. 15 / RW. 03 Kelurahan/ Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan oleh tim Satuan Reskrim Polres Magetan.
Yuni (tersangka) saat reka ulang bersama petugas
Atas kejadian itu polisi mengamankan dua orang diduga pelaku pembunuhan Dwi Wahyuni (30) beralamat Dusun Gandek, Rt:15/ Rw:03 Kel/Kec.Kawedanan Kab. Magetan dan Sdr. Sudarto (50) yang merupakan suami korban

Selain menghadirkan kedua tersangka pembunuhan Sukarmi yakni Dwi Wahyuni dan Sudarto, proses rekontruksi pembunuhan Karmi dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan dan melibatkan tim Kejaksaan Negeri Magetan.

Rekonstruksi selama kurang lebih satu setengah jam tersebut terdapat 24 (dua puluh) adegan yang diperankan langsung oleh para pelaku dan peran pengganti serta didampingi oleh tim dari penyidik Sat Reskrim Polres Magetan.

Rekontruksi/ reka ulang tindak pidana pembunuhan yang bertujuan untuk mengetahui secara rinci setiap adegan kronologis pada saat tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban guna membantu proses penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Magetan.

Reka ulang adegan pembunuhan Sukarmi yang terjadi pada beberapa waktu lalu disaksikan 100 lebih warga sekitar.

Aparat TNI dari Koramil Kawedanan dan Poksek Kawedanan diterjunkan di lokasi guna menjaga kelancaran dan keamanan jalanya proses rekontruksi.

Sebelumnya pada hari Jum'at (12/01/2018) sekitar pukul 17:15 WIB Dukuh Gandek RT-15/03 Kec Kawedanan, Kab.Magetan, Jawa Timur warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam rumah atas nama Sukarmi (40th).


Kronologi sekitar pukul 15:00 WIB Mbah Waginem (65) beserta cucu Rahmat Hanif dijemput keluarganya dari Ngawi dikarenakan kondisi keluarga agak kacau. Yuni (30) keponakan korban  Sukarmi sering ngamuk, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka Mbah Waginem (65) dijemput anaknya dari Ngawi,

Sekitar pukul  17:15 WIB keluarga dan masyarakat setempat merasa was-was takut terjadi apa-apa pada Sukarmi, karena Darto (55) suami korban pergi sejak pagi dengan Yuni.

Keluarga dan masyarakat setempat masuk kerumah Sukarmi lewat pintu samping, setelah masuk ditemukan Sukarmi sudah dalam keadaan meninggal dan ditutup plastik dan tikar, dalam tubuh korban ditemukan luka pada kepala dan gigi serta tangan kanan.

"Sekitar pukul 17. 15 WIB  kami bersama masyarakat membuka rumah Darto dan menemukan Sukarmi tergeletak ditutupi tikar dan sudah tidak bernyawa, akhirnya kami sepakat untuk lapor ke polsek  dan koramil kawedanan", kesaksian Darsiman (55).

Kapolres Magetan AKBP Muslimin saat itu dikonfirmasi Mearindo membenarkan bahwa telah ditemukan Sukarmi dalam keadaan meninggal dan ditutup plasti dan tikar dengan tanda bekas pukulan benda keras dimuka sebagian gigi rontok dan wajah masuk kedalam akibat pukulan benda keras serta tangan kanan berdarah.(har)

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: