Batu Ukir Ditemukan Di Petungrejo
Batu yang diperkirakan prasasti
Sebuah batu berbentuk kotak dengan pahat ukiran ditemukan diarea persawahan milik warga di Desa Petungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat, 23 Februari 2018.

Batu yang diduga berusia ratusan tahun itu kali pertama diangkat dari dalam tanah persawahan pada kedalaman kurang lebih 1 meter itu oleh Arif Mukhtar Wahyudi (Kepala Desa Petungrejo), Kamituwo dan warga lainya.

Karena penasaran dan melihat motif corak ukiran diduga mirip ukiran zaman kerajaan Majapahit akhirnya batu yang berbentuk bujur sangkar dan atasnya terdapat lubang itu akhirnya warga membawa batu tersebut ke kantor balai Desa Petungrejo.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan Siran M. M   ketika dikonfirmasi perihal penemuan benda itu mengatakan pihaknya akan menurunkan tim dan akan berkordinasi dengan pihak trowulan yang membidangi situs purbakala.

"Kami akan menurunkan tim dan berkordinasi dengan pihak trowulan", terang Siran (24/02/2018)

Sedangkan Kepala Desa Petungrejo, Arif Mukhtar Wahyudi berharap dari penemuan batu ukir tersebut dapat ditelusuri sejarah lebih mendalam tentang asal mula dan leluhur yang membabat (membuka) tempat saat ini yang bernama Petungrejo.

Arif Mukhtar menambahkan, pihaknya bersama warga selama ini membentuk TIM PENCARI DATA dan dalam tahap menelusui sejarah asal muasal nama desanya Petungrejo namun penelusuran itu mengalami kendala akurasi sejarawan hingga menembus tahun 1920 saja. Sehingga dengan ditemukanya batu ukir itu diharap dapat membantu penelusuran sejarah.

Dari kutipan data yang dirilis oleh Tim Pencari Data Sejarah Petungrejo  yang diketuai oleh Sudar menjelaskan bahwa Desa Petungrejo menurut sejarah yang umum secara turun temurun oleh nenek Moyang, bahawa Desa Petungrejo dibabat / dibuka oleh seorang bernama Ki Ageng Sebayi dimana makam beliau berada di makam umum Sentono yang berada didukuh Petung.

Ki Ageng Sebayi adalah anak buah Ki Ageng Mageti yang berasal dari Desa Petung Pacitan. beliau ikut babat / membuka berdirinya Kabupaten Magetan.

Setelah membabat / membuka Kabupaten Magetan beliau berjalan kearah timur dan berhenti / Istirahat di daerah yang Rindang, yang sejuk penuh dengan pohon - pohon bambu. Beliau Ki Ageng Sebayi membabat pohon – pohon bambu tersebut.

Dengan perjalanan waktu kewaktu banyak pengunjung yang datang, maka dengan kesepakatan Ki Ageng Sebayi dengan teman – temannya daerah yang dibabat tersebut diberi nama  PETUNGREJO, nama  tersebut diambil dari asal beliau dari Desa Petung yang berada di Pacitan. (Gesang/Red)

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: