Semoga Tahun Ini Pemerintah Mengangkat Guru Honorer yang Belum Negeri
Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy 

Mearindo News Magetan bertempat di GOR KI MAGETI Kab Magetan,telah dilaksanakan kegiatan Gebyar Hardiknas Kab Magetan th 2018 dan Seminar Akbar dr Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy,M.A.P,dg mengambil tema Percepatan kwalitas pendidikan yg berkarakter dan berprestasi di kab Magetan,sebagai penanggung jawab Kadis pendindik, kepemudaan dan olah raga Kab. Magetan Drs. Joko Santoso, M.Pd,yg diikuti sekitar 6000 orang.

Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy,M.A.P,mendarat di Secata Rindam V/BRW disambut Bupati Magetan dan Unsur Forkopimda Kab Magetan, rombongan Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy,M.A.P,dan Bupati Magetan menuju GOR KI MAGETI dg mengunakan mobil Alphard nopol RI 27,

Sebelum masuk GOR KI MAGETI Mendikbud  mendapatkan kalungan melati dari siswa siswi PAUD danPenandatangani Prasasti Literasi Sekolah.

 Sambutan Bupati Magetan Dr.Drs.H. Sumantri, MM yg intinya  Bupati Magetan "Mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kpd Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy,M.A.P beserta rombongan dlm kegiatan Gebyar Hardiknas Kab Magetan th 2018 dan Seminar Akbar. Semoga dg kehadiran Bapak menteri dalam acara ini dapat menambah wawasan bagi kita semua. "


Sekitar pukul 10.50 WIB Keynote Speaker Seminar Akbar dr Mendikbud RI Prof.Dr.Muhajir Efendy,M.A.P,dg mengambil tema Percepatan kwalitas pendidikan yg berkarakter dan berprestasi di kab Magetan dipandu moderator Dosen Muhamadiyah dr Ponorogo Ibu Ririn Wardani, M.P.D yg intinya:
" Marilah kita bersyukur kepada Tuhan  yang Maha Kuasa sebagaimana kita tahu, tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional.
menjelaskan jumlah sekolah,jumlah Guru Pengajar,jumlah murid dan anggaran yg di keluarkan oleh pemerintah pusat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. “Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagai tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk kita muhasabah, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan.
 Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Disinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan.
 kita sebagai guru Pengajar harus mencurahkan segala ilmu kita utk anak didik kita,supaya kedepan bisa berguna utk bangsa dan negara.
 Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia. Disamping itu, disahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.
Kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan yang dihidup dan dan disinari oleh kebudayan nasional. Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayan akan lebih tertata kian dalam tanah tanah tumpah darah Indonesia.
 mudah mudahan tahun ini pemerintah bisa mengangkat guru guru honorer yg belum negeri.
 tapi kita harus ingat bahwa anggaran utk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sangat terbatas, makanya kita harus bersabar, selain itu perlu kita tau bahwa kita akan gunakan aturan pendidikan lima Hari dan 8 jam kerja, sedangkan yang 2 Hari untuk  keluarga Guru. (hari) .

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: