Sadis!!!! Korban Sabetan parang Dan Tembakan Pesawat Trigana Oleh OTK Di Kab. Nduga
Korban sabetan parang di ksb Ngana
Papua - Nusantara
Mearindo.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror dengan aksi anarkis penembakan pesawat Trigana Twin Otter asal Wamena dan penyerangan warga sipil yang berada disekitar lokasi di Bandara Keneyam, Kab. Nduga, Papua pada Senin 25 Juni 2018.

Menurut informasi yang dihimpun tim Mearindo, kelompok KKB tersebut diduga gabungan dari kelompok sparatis asal Mugi, Puncak Timika dan kelompok KKB Nduga (Alguruk).


Berikut kronologis kejadian lengkap insiden penembakan pesawat Trigana Twin Otter dan aksi anarkis OTK terhadap warga sipil yang berjualan dikios belakang bandara

Pukul 09.45 WIT, pesawat Trigana Twin Otter terlihat mengitari bandara Keneyam. Personel aparat keamanan TNI/Polri berjumlah sekitar 35 orang meliputi Personel brimob, polsek, Pos Kodim, Brimob Sat Pelopor Mabes Polri yang sedang melaksanakan PAM tepatnya di landasan parkir pesawat.

Pukul 09.50 WIT, pesawat mendarat dari sebelah barat menuju timur landasan. Saat pesawat berhenti dan hendak memutar di ujung timur landasan, pesawat ditembaki sebanyak sekitar 10 kali.

Pukul 09.53 WIT, aparat keamanan melakukan pengejaran namun pihak OTK terus mengeluarkan tembakan. Pihak OTK diperkirakan masuk ke kawasan ujung timur bandara dan memasuki kios masyarakat.

Pukul 09.55 WIT, pesawat Trigana telah mendarat dan sebanyak 15 penumpang yang berisi 15 pers Sat Pelopor Mabes Polri langsung melaksanakan pam.

Dari penembakan tersebut pilot Trigana a.n. Ahmad Khamal tertembak di bagian punggung kanan  Korban luka langsung diamankan ke Puskesmas Keneyam, korban masih dalam kondisi hidup.

Pukul 10.00 WIT s.d. 11.30 WIT, aksi saling kejar dan saling tembak berlangsung di kawasan ujung bandara hingga kawasan koteka kompleks perumahan DPRD. Total kekuatan aparat keamanan TNI/Polri sekitar 70 orang, sedangkan pengejaran dilakukan dengan jalan kaki, 2 unit truck, dan 2 unit mobil Hilux.

Pukul 11.30 WIT,  diinformasikan adanya satu korban tewas akibat luka tembak atas nama Henrik Sattu alias KOLA (Suku Toraja) yang berprofesi sebagai pedagang Kios.

Pukul 11.55 WIT, evakuasi korban tewas ke Pos Pol Keneyam. Dimana terdapat tiga orang tewas yaitu:

  1. Henrik Sattu alias  Kola (Suku Toraja,35 thn,KP, Pedagang Kios, meninggal akibat luka tembak tembus di perut bagian kiri).
  2. Margaretha Pali (Istri Henrik Satru alias kolla,20 thn,KP, , Suku Toraja, meninggal akibat sabetan parang di kepala).
  3. Zaenal Abidin (Suku Bugis, 28 thn,islam,Pedagang, meninggal akibat tembakan di rusuk kiri).
Pukul 12.00 WIT, korban tewas diletakkan di Pos Pol Keneyam. Kemudian termonitor 1 korban luka sabetan parang a.n. Arjun (anak Henrik Sattu Kolla, suku Toraja, umur sekitar 6 tahun, luka sabetan parang di pipi kanan. Korban luka saat ini mendapatkan pengobatan dari medis di Barak Merah Pemda Nduga.

Pukul 12.00 WIT s.d. sekarang, masih dilaksanakan pengejaran terhadap OTK dan sesekali terdengar suara tembakan.

Hingga saat ini 2 unit pesawat twint Oter trigana belum bisa keluar disebabkan masih lakukan pengejaran terhadap OTK. Situasi saat ini masih dalam kondisi siaga 1 di ujung bandara kenyam.

Menurut keterangan pilot Korban kena tembakan saudara Ahmad Khamal  bhw sempat melihat langsung  pelaku penembakan menggunakan senpi laras panjang menggunakan baju warna merah dan rambut gimbal.

Ada pun identitas korban kena serpihan peluru pelipis kiri anggota brimob satpor kelapa dua an. BHARADA Bonardo Hutahayan (23 th) KP, anggota Polri.

Kontributor : Faul Lana (Foto/AD)

SHARE THIS

Author:

Jurnalis

0 comments: